Pasuruan – radarmerahputih.com-Puluhan warga Kota Pasuruan mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok rekrutmen kerja outsourcing di RSUD dr. Soedarsono. Para korban dimintai uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah dengan iming - iming langsung diterima kerja.
Salah satu korban, Ainul Yakin (26), warga Kota Pasuruan, menceritakan awal mula dirinya dikenalkan lowongan kerja oleh temannya dan diminta menghubungi seseorang bernama Bu Heni.
" Awalnya disuruh bayar Rp200 ribu dengan alasan untuk administrasi. Lalu saya disuruh datang ke rumahnya dan diminta uang lagi Rp750 ribu. Dijanjikan pasti langsung masuk kerja. Kalau tidak masuk, uangnya kembali paling lambat 30 April 2026. Sampai sekarang uang kami tidak dikembalikan dan tidak ada kabar ", ujar Ainul pada Jumat (8 Mei 2026).
Pria yang juga selaku kordinator tersebut mengaku dijanjikan akan ditempatkan di RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan. Diketahui, bahwa ia bersama temannya yang juga sebagai korban mendaftar sejak Februari 2026 dan dijanjikan mulai kerja akhir Februari.
" Jadwal untuk mau kerja terus mundur, mulai akhir Februari hingga usai Lebaran, lalu 1 April 2026 dan hingga kini tidak ada kejelasan sama sekali ", ujar Ainul.
Menurut pengakuan para korban, jumlah pelamar yang dimintai uang mencapai lebih dari 50 orang dengan nominal bervariasi mulai Rp200 ribu hingga Rp1,5 juta per orang.
" Total kami ada sekitar 50 orang lebih. Bayarnya beda - beda, ada yang 200 ribu sampai Rp1,5 juta ", katanya.
Melalui Ainul, para korban memberikan bahwa selama proses, para korban hanya berkomunikasi dengan atas nama Bu Heni. Berdasarkan pengakuan Bu Heni, ia bertindak selaku agensi dari PT Cakrawala.
" Kami tidak dibolehkan komunikasi langsung ke PT Cakrawala, semua lewat Bu Heni. Uang juga kami transfer ke Bu Heni dan ada bukti transfer banknya ", jelas Ainul.
Karena merasa ditipu, para korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan Kota pada 1 Mei 2026. Hingga kini sudah ada 17 orang yang ikut melapor.
Sebelum melapor, Ainul mengaku sudah berupaya menagih janji pengembalian uang kepada Bu Heni. " Katanya mau dikembalikan per 30 April kemarin, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut ", ujarnya.
Lebih lanjut, para korban berharap ada iktikad baik untuk mengembalikan seluruh uang yang sudah disetorkan. " Kami semua rugi, baik materi, waktu, dan lainnya ", pungkas Ainul.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD dr. Soedarsono, PT Cakrawala, maupun Bu Heni terkait dugaan penipuan rekrutmen tersebut. (Syah)

0 Komentar