Wagub LIRA Jatim Geram Lihat Kondisi Rumah Tak Layak di Pasuruan, Minta Wali Kota dan DPRD Bertanggung Jawab

 


Pasuruan - radarmerahputih.com-Wakil Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, Ayik Suhaya, S.H., bersama Zainul Jidoor dan dikawal Abdul Aziz turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah warga tak layak huni di Kota Pasuruan, Sabtu (16 Mei 2026).  


Kunjungan itu merespons kondisi miris yang dialami Warsito, warga yang telah menempati rumahnya sejak 1989. Dari pantauan di lapangan, rumah tersebut jauh dari kata layak huni. Tembok bata rapuh, penuh retak, dan plesteran banyak yang mengelupas.  


Di bagian dalam, hanya ruang tamu yang dijadikan kamar dengan lantai semen. Sementara area belakang kamar anak masih berupa tanah. Kondisi paling parah terlihat pada atap kamar yang ambruk sejak setahun lalu karena lapuk dimakan usia.  


Untuk bertahan dari panas dan hujan, Warsito menambal atap dan dinding kamarnya menggunakan triplek bekas dan sisa banner iklan.  

Kondisi semakin memprihatinkan karena rumah yang berada di kawasan perkotaan ini tidak memiliki fasilitas Mandi, Cuci, Kakus yang memadai. Kamar mandi yang berlumut tidak dilengkapi jamban, sehingga keluarga ini terpaksa buang air besar di sungai terdekat.  


Melihat kondisi yang disebut 'bak kandang ayam', Ayik Suhaya melayangkan kritik keras kepada Pemerintah Kota Pasuruan. Ia menuding pihak eksekutif dan legislatif menutup mata atas penderitaan warga.  


" Ini bukti nyata kemiskinan ekstrem di Kota Pasuruan. Wali Kota dan DPRD harus buka mata dan hati. Jangan pura-pura tuli dan buta. Malu kita. Rumah sudah lama bobrok dan hampir roboh tapi dibiarkan. Kalau sampai ambruk dan memakan korban jiwa, siapa yang mau bertanggung jawab ", tegas Ayik dengan nada tinggi.  


Selain itu, lebih lanjut Ayik Suhaya juga menyoroti Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Kota Pasuruan yang mencapai Rp95,37 miliar. Menurutnya, anggaran itu seharusnya bisa digeser melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk program bedah rumah secara total, bukan bantuan seadanya.  


" Kita sudah 80 tahun merdeka, tapi rakyat seolah masih dijajah oleh ego pejabatnya sendiri. Ada Silpa Rp95,37 miliar, kemana anggaran itu. Kenapa tidak digeser untuk urusan mendesak seperti ini. Jangan uang negara hanya habis untuk event seremonial yang tidak berdampak langsung pada rakyat ", ujarnya.  


Dalam hal ini, ia menilai fungsi pengawasan DPRD Kota Pasuruan mandul. Padahal, rumah dinas Ketua DPRD berada tidak jauh dari Kelurahan setempat. Jika Pemkot Pasuruan sudah tidak peka, Ayik mendesak otoritas yang lebih tinggi untuk turun tangan.  


" Jika Wali Kota tidak mampu melahirkan kebijakan pro rakyat, silakan mengundurkan diri. Termasuk Ketua DPRD, jika tidak mampu menjembatani penderitaan masyarakat, mundur saja daripada malu ", tegasnya.  


Lebih lanjut, Ayik Suhaya selaku Wagub LIRA Jatim menyatakan akan melayangkan laporan resmi dan meminta Gubernur Jawa Timur hingga Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke Kelurahan Randusari. Dengan tujuan untuk mengevaluasi kinerja penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Pasuruan yang dinilai acuh tak acuh. (Syah)

Posting Komentar

0 Komentar