Joko Sis Dampingi Bupati Marhaen Serahkan Wayang Gunungan Kepada Ki Dalang Dwijo Kangko , Nyadran Di Dusun Bulu.

 



Nganjuk,radameraputih.com- Bersih Desa, Sedekah Bumi atau yang sering dengan sebutan Nyadran, merupakan salah satu upaya kita untuk nguru uri dan melestarikan budaya Jawa yang kita miliki.

Nyadran dengan pagelaran wayang kulit adalah tradisi serta pertunjukan seni budaya Jawa yang lekat dengan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada para leluhur.




Seperti yang ada di desa Bulu Putren, Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk , tepatnya ada di dusun Bulu, baru baru ini sedang melaksanakan kegiatan bersih desa atau nyadran, dengan pagelaran wayang kulit oleh ki Anom DwijoKangko dari Jawa Tengah.


 

Antusias masyarakat Bulu Putren menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut sangat kuat, sehingga tempat yang sudah disediakan oleh panitia nyadran tak muat .


 

Joko Siswanto kepala desa Bulu Putren kepada media ini menyampaikan ucapan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakatnya, dengan kompak dan guyub rukun masyarakat Bulu Putren sehingga bisa melaksanakan nyadran dengan aman dan lancar.




Turut hadir dalam pagelaran wayang kulit tersebut bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama ibu yuni Marhaen ikut menyaksikan jalannya lakon dari pagelaran wayang kulit tersebut..


 

Pagelaran wayang dimulai sejak pukul 21.00 Wib hingga esok hari, secara seremoni Bupati Marhaen menyerahkan wayang / gunungan kepada Ki Anom Dwijo Kangko didampingi Joko Siswanto kepala desa Bulu Putren, disaksikan oleh Camat Sukomoro.

.



Bupati Marhaen mengajak kepada seluruh masyarakat Bulu Putren agar tetap menjaga kekompakan , guyub rukun , jangan sampai mudah terprovokasi oleh budaya luar, kita harus bersyukur karena memiliki seni budaya wayang kulit ini.
( **)




Posting Komentar

0 Komentar