Nganjuk, radarmerahputih. Com- Tradisi Bersih desa, atau yang kerap kita dengar dengan sebutan nyadran, adalah merupakan salah satu upaya kita untuk nguru uri ata melestarikan agar tidak mudah punah.
Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penduduk setempat untuk memeriahkanya,
Seperti didesa Sonobekel, kecamatan Tanjunganom, kabupaten Nganjuk ini, pada hari ini Kamis tanggal 23 Juli 2026 melaksanakan kegiatan bersih desa dengan sembelih 5 hewan kerbau untuk dijadikan lauk saat tasyakuran.
Sentot Rudi Prastino kepala desa Sonobekel, kepada media ini mengungkapkan, " Kegiatan bersih desa di Sonobekel ini seperti tahun tahun sebelumnya, kami menyembelih hewan kerbau dan dibagi ke seluruh warga , dengan daging kerbau ini untuk dijadikan lauk saat tasyakuran keesokan harinya , "ucap Sentot.
Untuk dana pembelian kerbau kita kumpulkan dari iuran wrga ditambah dana kas desa.
Masih menurut Sentot tradisi bersih desa atau yang sering disebut Nyadran selalu memiliki daya tarik masyarakat mengingat hal ini berkait dengan leluhurnya atau penunggu desa sebagai implementasi emosi jiwa masyarakat setempat.
Kegiatan bersih desa tersebut digelar di punden Desa yang bernama Potro joyo, Potro Sono dan Potro Golo.
Potro joyo inilah orang pertama kali yang babat desa untuk bertempat tinggal bersama keluarga.
Desa Sonobekel ada tujuh dusun diantaranya :
Dusun Grogolan,Dusun Klempun, Dusun Gilis,Dusun Sambirejo, Dusun Sekar putih dan Dusun Patran.
Di Lokasi tampak Pamong desa setempat , Rukun Warga ( RW) , Rukun Tetangga ( RT) , Tokoh masyarakat ( Tomas) dan seluruh warga setempat kumpul bersama memanjatkan doa agar mendapat rejeki, keselamatan dan kesehatan.
Dalam sambutannya,
Kades Sonobekel,Sentot Rudi Prastiono,ST menyampaikan,"istilah wadah atau Lengkong itu terbuat dari batang pisang berbentuk segiempat dan dikasih tusuk bambu sebagi penguat untuk mewadahi ingkong,"ungkapnya.
Masih kata Sentot, Nyadran kali ini seperti tahun tahun sebelumnya seperti tasyakuran kita kirim doa kepada leluhur,"katanya.
Lebih lanjut Sentot menyampaikan setelah rangkaian kegiatan
seluruh nasi yang terkumpul dibagi kembali kepada warga yang hadir dan makan bersama sama dengan tertib,"Ungkapnya.
Dalam pantauan awak media online Radar MP, tampak menyaksikan
Kaum ibu juga ikut hadir.Sumini warga setempat menyampaikan, "kalau nyadran kaum ibu ibu hadir ke lokasi krajan harus bersih dari diri atau dalam kondisi tidak menstruasi,"ungkapnya lugu.
Usai tasyakuran dilanjutkan kegiatan gembyongan dan tayub sebagai tradisi dengan waranggono dan Pesinden .
Prosesi sambutan dari panitia mengharapkan warga masyarakat hidup rukun ,sodakoh, murah rejeki dan panjang umur.
Perlu diketahui, Nyadran di Desa Sonobekel merupakan suatu tradisi turun-temurun dalam masyarakat Jawa.Nyadran juga merupakan bentuk refleksi atas tradisi sosial-keagamaan yang bertujuan untuk mengingatkan diri atas fenomena hidup manusia dengan bertalian kepada Tuhan. Ritual ini dipahami oleh kalangan masyarakat Jawa sebagai warisan tradisi nenek moyang. (siwi)

0 Komentar