Bupati Marhaen Berangkatkan Peserta Pawai Budaya Bersih Dusun di Katerban Baron

 




Nganjuk,radarmerahputih.com— Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menghadiri tradisi Bersih Dusun di Dusun Katerban, Desa Katerban. Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, Bupati Marhaen menekankan pentingnya menjaga kondusivitas warga menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak serta menyampaikan empat pesan moral utama dari tradisi nyadran.

Kemeriahan tradisi bersih desa di Dusun Katerban diwarnai dengan arak-arakan hasil bumi dari 10 RT dan 2 RW, pertunjukan seni reog gembong asmoro, hingga sajian hiburan rakyat sound sistem (sound horeg).

Di tengah momentum politik menjelang Pilkades yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari mendatang, Bupati Marhaen mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah belah oleh perbedaan pilihan.


"Nganjuk harus tetap dijaga persatuannya, kekompakan warganya. Yang mau mencalonkan diri silakan, bertanding secara sehat. Namun, masyarakat harus tetap kondusif, aman, tentram, dan guyub rukun," ujar Marhaen kepada suarajatimpost. Minggu (6/9/2026). 


Selain imbauan politik, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen membeberkan empat poin penting yang menjadi esensi dari pelaksanaan tradisi bersih desa (nyadran).
Pertama, Jasmerah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) Kata Marhaen, Mengingat jasa para leluhur, orang tua, dan tokoh pendahulu yang telah membuka jalan bagi kemajuan Dusun Katerban, seraya mendoakan agar para pendahulu mendapat tempat terbaik.

Kedua, Wujud Rasa Syukur karunia Tuhan atas kelimpahan dan kesuburan hasil bumi Katerban yang dipamerkan serta diarak oleh warga.


Ketiga, Nguri-nguri Budaya dan melestarikan kesenian dan kebudayaan lokal seperti reog dan pertunjukan rakyat agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Keempat, Menjadikan tradisi tahunan ini sebagai wadah mempererat rasa kebersamaan dan memperkuat kesadaran bahwa desa adalah milik bersama.


Menutup keterangannya, Bupati Marhaen juga menunjukkan kepeduliannya terhadap infrastruktur setempat.




Ia meminta warga untuk aktif melaporkan akses jalan yang rusak di wilayah Katerban agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
"Kalau ada jalan yang kurang bagus, tolong difoto dan di-share location ke saya, supaya kita tahu pasti dan bisa segera ditangani," pungkasnya.
Senada, Pj Kepala Desa Katerban, Warih Ardata, menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bagian sakral dari rangkaian kegiatan Bersih Desa Katerban yang diselenggarakan rutin setiap tahun.
"Kegiatan pagi hari ini adalah acara gunungan yang sakral di Desa Katerban. Kita selalu berangkai dari dusun ke dusun, dan khusus Dusun Katerban, arak-arakan dimulai dari Balai Desa menuju punden yang ada di dusun ini," ujar Warih Ardata saat ditemui di lokasi acara.
Menurut Wari, ada 10 unit gunungan diarak dari Balai Desa menuju punden dusun, diiringi oleh 10 unit sound horeg serta pertunjukan seni Reog Gembong Asmoro.
"Acara ini melibatkan seluruh warga Dusun Katerban yang terbagi dalam 10 RT dan 2 RW. Diperkirakan sekitar 500 hingga 1.000 warga turut hadir memadati lokasi," Kata Pj Kades Katerban 


Menanggapi pertanyaan terkait kondisi jalan rusak yang sempat disinggung oleh Bupati, Warih Ardata membenarkan adanya beberapa titik jalan yang membutuhkan perbaikan di wilayahnya. Wari menyebut, lokasi jalan rusak terletak di arah barat perempatan Dusun Sambirejo dengan panjang sekitar 300 hingga 400 meter.


Lanjut Wari, Pihak desa telah berkoordinasi dan menerima konfirmasi dari perwakilan DPRD (PKB), Ulum Bustomi, bahwa akan ada dua titik pembangunan perbaikan jalan yang dialokasikan untuk Dusun Sambirejo. Warih Ardata berharap tradisi Bersih Dusun ini dapat terus berkembang dan dikemas semakin menarik dari tahun ke tahun, sehingga tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur warga, tetapi juga menjadi hiburan budaya yang selalu dinantikan oleh masyarakat Desa Katerban dan sekitarnya. 


Panitia penyelenggara Bersih Dusun Katerban Agus menegaskan bahwa rangkaian acara Bersih Desa Katerban merupakan tradisi tahunan yang diinisiasi langsung oleh kesadaran dan gotong royong warga setempat.
"Untuk periode ini, kegiatan dipusatkan di Dusun Katerban sebagai lokasi utama prosesi dan puncak acara sakral," Ucap Agus
Lanjut Agus, Seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, lahir dari aspirasi dan partisipasi aktif masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian adat. Kata Agus, Kegiatan Bersih Dusun Katerban ini diselenggarakan secara bergantian dari dusun ke dusun di wilayah Desa Katerban, di mana tahun ini Dusun Katerban menjadi tuan rumah penyelenggaraan.


"Acara arak-arakan 10 gunungan, pertunjukan Reog Gembong Asmoro, hingga iring-iringan sound horeg difokuskan rutenya mulai dari Balai Desa menuju punden Dusun Katerban. Melalui kebersamaan ini, panitia berharap tradisi tahunan berbasis kemasyarakatan ini terus terjaga keharmonisannya serta membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Katerban," tutup Agus (adv/sw)

Posting Komentar

0 Komentar