Pasuruan - radarmerahputih.com-Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ) Kota Pasuruan kembali menggelar kejuaraan pencak silat nasional bertajuk Madina Van Java Piala Walikota 2026.
Event tersebut digelar di Gedung Olahraga ( Gor ) Kota Pasuruan dan dilaksanakan selama tiga hari, 18 – 20 September 2026.
Ketua Panitia, Bharudin menyampaikan bahwa Madina Van Java tahun ini diikuti 48 kontingen dengan total 595 peserta.
" Dari 595 itu ada yang dari beberapa luar Pasuruan, ada yang dari Banyuwangi, Lumajang itu tidak hanya dari perguruan pencak silat saja, namun ada yang mengatasnamakan sekolahan, club dan Alhamdulillah di Kota Pasuruan ada 22 club itu ikut semua ", ujarnya, pada Sabtu (19 September 2026).
Ia menerangkan, dalam kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori, yakni kategori tanding dan seni untuk kelompok anak-anak, remaja, dan dewasa.
Dalam kesempatan ini, Ketua IPSI Kota Pasuruan, Farid Misbah mengaku bersyukur event kalender tahunan ini bisa dilaksanakan kembali untuk kedua kalinya.
" Saya sangat bersyukur event atau kalender tahunan ini bisa dilaksanakan kembali yang ke dua Madina Van Java, jadi ada sebuah keinginan untuk membawa nama besar atau nama baik kota Pasuruan di level Jawa Timur, khususnya di bidang silat ", katanya.
Menurut Farid, penurunan jumlah peserta tahun ini terjadi karena pelaksanaan kegiatan serupa di Kota Malang dan Surabaya secara bersamaan.
" Ini menjadi ikhtiar kami dalam rangka mendukung visi misi pak Walikota, _sport tourism_. Dimana bisa mendatangkan orang-orang luar kota sebanyak-banyaknya untuk mengenalkan kota Pasuruan serta menggerakkan roda perekonomian daerah, UMKM, hotel, dll ", jelasnya.
Selain prestasi, event ini juga berdampak pada ekonomi. " Alhamdulillah dukungan dari Jawa Timur juga luar biasa, sehingga kita langsung dihadiri ketua wasit juri Jawa Timur, Mahfud dan langsung mengawal sendiri ", ujarnya.
Farid berharap tahun depan event ini bisa lebih besar dan menjadi brand. " Tentu ini kita harapkan, tahun depan bisa lebih besar lagi dan jadi brand. Istilahnya kota Pasuruan kalau championship sudah punya brand namanya Madina Van Java, bisa menjadi kalender tahunan ", ucapnya.
Ia menegaskan seluruh kegiatan ini murni swadaya dari peserta, tanpa menggunakan APBD.
" Seluruh kegiatan ini murni merupakan swa dari para peserta, jadi tidak ada anggaran yang bersumber dari APBD, jadi ini dari kita, oleh kita dan untuk kita ", tegasnya.
Sementara itu, dalam kegiatan ini Walikota Pasuruan, Adi Wibowo memberikan apresiasi penuh kepada IPSI Kota Pasuruan.
" Madina Van Java, ini merupakan ikhtiar yang luar biasa dari IPSI Kota Pasuruan untuk memberikan fasilitas kepada seluruh atlet-atlet pencak silat yang ada di Jawa Timur. Ini tentu seiring dengan semangat visi misi Kota Pasuruan untuk menjadikan kota Pasuruan menjadi salah satu kota dengan _sport tourism_, menjadi wisata olahraga ", ujar Adi.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya ajang prestasi, tapi juga ajang silaturahmi.
" Pencak silat bukan hanya warisan budaya bangsa, tapi menjadi juga ajang prestasi bagi anak-anak atlet pencak silat mulai dari tingkat dini hingga dewasa ", katanya.
Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan, ia mengapresiasi konsistensi IPSI selama dua tahun menggelar Madina Van Java.
" Walaupun tahun ini jumlah pesertanya menurun, tapi saya yakin kualitasnya tidak menurun, semangatnya terus membara untuk memberikan fasilitasi pada atlet-atlet pencak silat di seluruh Jawa Timur, khususnya di Pasuruan raya ", pungkasnya. (Syah)


0 Komentar