Respon Dari Praktisi Hukum Anang , Terkait Puluhan Siswa SMA N di Nganjuk Keracunan Menu Makanan Dari MBG

 


                            ( Anang Hartoyo) 


Nganjuk, radarmerahputih.com- Sekitar 67 siswa disalah satu SMA Negeri di Kabupaten Nganjuk diduga keracunan akibat mengkonsumsi nasi goreng dari menu makanan yang disajikan oleh SPPG , Yayasan dari program MBG , insiden kejadian tersebut kemarin hari rabu ( 2/9 )

Menanggapi kejadian tersebut, Praktisi hukum Anang Hartoyo, menyampaikan keprihatinannya. Ia meminta seluruh pihak terkait tidak berhenti pada penanganan korban, tetapi juga segera menelusuri penyebab kejadian.

Anang menyampaikan sejumlah langkah yang dinilai perlu segera dilakukan. Pihaknya mendorong dilakukan audit internal terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG.

Bagi lembaga berwenang, lanjut Anang, diminta untuk segera melakukan tindakan kuratif dan penegakan hukum apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

Anang juga mendesak agar dilakukan audit secara menyeluruh. Mulai dari proses pengadaan bahan makanan, pengolahan, standar kebersihan, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh siswa. Menurutnya, penanganan korban harus menjadi prioritas.

Evaluasi menyeluruh juga penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi. “Paling utama adalah keselamatan dan penanganan para siswa. Namun, apabila terdapat kelalaian, harus dilakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai ketentuan.
SPPG juga perlu segera diaudit secara internal dan dilakukan audit menyeluruh agar persoalan ini terang,” tegas Anang

Dugaan keracunan tersebut kini menjadi perhatian serius. Kepastian mengenai penyebab munculnya gejala pada puluhan siswa masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan investigasi dari pihak berwenang.

Pastikan Dapur Lakukan Perbaikan Publik menunggu langkah cepat pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan keamanan makanan MBG.

Data sementara yang diterima menyebutkan, 67 siswa mengalami keluhan berupa pusing, mual hingga muntah. Jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan dapat berubah seiring pemeriksaan terhadap siswa lainnya.( rdks) 

Posting Komentar

0 Komentar