Sejumlah Warga Dusun Rembang- Desa Plososari Lurug PT Japfa Grati, Soroti Dugaan Kejanggalan Pada Proses Seleksi Rekrutmen Karyawan

 


Pasuruan - radarmerahputih.com-Sejumlah warga Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan mendatangi PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Grati, Rabu (2 September 2026). Mereka menuntut kejelasan terkait proses rekrutmen karyawan yang dinilai tidak transparan.


Salah satu peserta tes, Samsul Arifin (23) warga Dusun Rembang, Desa Plososari, mengaku meyakini ada kejanggalan dalam proses seleksi tersebut.


" Terkait nilai, dari apa yang dijelaskan tadi itu menurut saya belum rinci atau belum terbuka secara luas. Hasil ujiannya belum dipaparkan, hanya hasil akhir yang ditunjukkan ", ujar Samsul.


Selain itu, Ia juga menyoroti kelengkapan administrasi peserta. Menurutnya, dari 6 pelamar yang mengikuti tes, ada salah satu peserta yang menurutnya belum sesuai dengan kualifikasi yang diminta PT Japfa.


Samsul menceritakan kronologi pendaftarannya. Ia memasukkan berkas CV pada 13 Januari 2026. Panggilan interview pertama dilakukan 29 April 2026 di Lawang, Malang. Seminggu kemudian, 6 Mei 2026, ia mengikuti tes psikologi di UB.


" Dan sekarang nilai pada ujian tersebut sudah keluar, namun hingga saat ini saya nunggu 3 bulan lebih tidak ada hasilnya. Namun saya dengar ada 2 orang yang hasil nilainya tadi bisa dipertimbangkan ", jelasnya.


Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa dua orang yang dimaksud yakni Ahmad Hasbullah yang saat ini sudah bekerja di Unit Grati 2, dan satu orang lainnya yang informasinya ditempatkan di Malang, namun tidak bersedia.


Sementara itu, Menanggapi hal itu, Taufiq selaku HRD PT Japfa Unit Grati menjelaskan bahwa awalnya perusahaan hanya membutuhkan 1 orang untuk jabatan Admin 2. 


" Dari awal memang di Unit Grati ini hanya membutuhkan 1 orang / karyawan dengan jabatan Admin 2. Perkembangannya setelah dilakukan tes karena jabatannya itu di atas operator yang berwenang itu adalah Wilayah, termasuk yang ngetes juga ", jelas pihak HRD.


Menurutnya, dari 6 peserta yang mengikuti tes psikologi, ada 2 orang yang direkomendasi oleh vendor. Namun yang diterima hingga saat ini hanya 1 orang sesuai kebutuhan di Unit Grati.


" Dari kami kedepan akan dievaluasi, kami mohon maaf jika ada ketersinggungan atau yang tidak bisa diterima oleh para peserta tes ", ucapnya.


Terkait permintaan peserta agar hasil tes dirinci, HRD menyebut hal itu bukan kewenangan perusahaan. Menurut Taufiq, karena memang itu ada di vendor, itu bukan kewenangan dari pihak Perusahaan.


" Dari vendor yang disampaikan ke perusahaan itu sudah ada hasil tes psikologinya yang sudah kita paparkan tadi, bukan terkait soalnya ", pungkasnya. (Syah)

Posting Komentar

0 Komentar