Kebakaran Landa Asrama Ponpes Al-Hikmah Diwek, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta, Diduga Instalasi Listrik Penyebabnya

 



Jombang, radarmerahputih. Com- Musibah kebakaran melanda salah satu gedung bertingkat di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah, Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat menghanguskan sejumlah ruangan hingga bagian atap bangunan, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.


Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.10 WIB tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan santri. Mereka berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri setelah mendengar teriakan kebakaran dan melihat asap hitam membubung dari bangunan pesantren.


Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup parah pada sejumlah fasilitas pendidikan dan penunjang kegiatan santri.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung tiga lantai tersebut memiliki fungsi penting bagi aktivitas pesantren. Lantai pertama digunakan sebagai asrama santri putra, lantai kedua difungsikan sebagai laboratorium komputer, perpustakaan dan ruang kegiatan santri, sedangkan lantai ketiga digunakan sebagai gudang penyimpanan barang.


Saat kejadian, para santri tengah beristirahat setelah melaksanakan kegiatan kerja bakti atau ro'an. Sebagian santri putri diketahui sedang mengerjakan tugas di laboratorium komputer lantai dua. Situasi yang semula berjalan normal mendadak berubah mencekam ketika api mulai membesar.


Pengasuh Ponpes Al-Hikmah, Nur Laili Sa'adah, menjelaskan bahwa api diduga pertama kali muncul di sekitar ruang kegiatan santri yang berada berdekatan dengan laboratorium komputer. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Pengasuh pesantren juga mengakui bahwa kondisi instalasi listrik di bangunan tersebut perlu mendapat perhatian dan evaluasi.


Kobaran api dengan cepat merambat ke sejumlah ruangan, diperparah oleh keberadaan material yang mudah terbakar, termasuk kasur busa yang tersimpan di gudang. Kondisi tersebut membuat api semakin sulit dikendalikan dan mengakibatkan kerusakan pada sebagian besar fasilitas di lantai dua dan tiga.


Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang segera diterjunkan ke lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit truk tangki air dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.


Berkat kesigapan petugas bersama unsur terkait, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pembasahan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.


Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz, menyampaikan bahwa penanganan awal difokuskan pada pemadaman dan pencegahan api agar tidak kembali menyala. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih perlu didalami oleh pihak berwenang.


Peristiwa kebakaran tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan bangunan, khususnya di lingkungan pondok pesantren yang menampung banyak santri dan menjalankan berbagai aktivitas pendidikan setiap hari.


Dugaan gangguan instalasi listrik yang disampaikan pihak pengasuh menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik, kelayakan bangunan, serta ketersediaan sarana keselamatan kebakaran diperlukan untuk mengantisipasi kejadian serupa.


Evaluasi tersebut bukan semata-mata untuk mengetahui penyebab kebakaran, melainkan juga sebagai langkah preventif dalam melindungi keselamatan para santri, tenaga pendidik, pengasuh, serta seluruh penghuni pesantren.


Selain itu, keberadaan jalur evakuasi, alat pemadam api ringan (APAR), dan prosedur penanganan keadaan darurat perlu menjadi bagian dari standar keselamatan di lingkungan pendidikan berasrama. Dengan demikian, apabila terjadi keadaan darurat, seluruh penghuni dapat melakukan penyelamatan secara cepat, tertib, dan terarah.


Musibah yang menimpa Ponpes Al-Hikmah tidak hanya menyisakan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp200 juta, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap sistem keamanan dan keselamatan fasilitas pendidikan berbasis asrama.


Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran secara objektif, sehingga langkah penanganan dan pencegahan dapat dilakukan berdasarkan fakta, bukan sekadar dugaan.


Di sisi lain, pemulihan fasilitas yang terdampak juga menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas pendidikan dan pembinaan santri dapat kembali berjalan secara normal. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun para pemangku kepentingan, diharapkan dapat membantu proses pemulihan tersebut.


Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan penghuni harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Upaya pencegahan melalui pemeriksaan berkala, perbaikan instalasi listrik, dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran perlu diwujudkan secara nyata.


Dengan demikian, musibah kebakaran di Ponpes Al-Hikmah diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa yang berakhir pada penanganan kerusakan, tetapi juga menjadi pelajaran penting untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pesantren, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan para santri senantiasa terlindungi.penulis(yud)

Posting Komentar

0 Komentar