-->

Author Details

AKJ Jemput Sejumlah Program di Kementerian Pertanian RI

Tuesday, October 12, 2021, October 12, 2021 WIB Last Updated 2021-10-12T08:25:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Dompu, radarmerahputih com - Dalam rangka menyongsong musim tanam diakhir tahun 2021 , Bupati Dompu  Kader Jaelani bersama OPD Kabupaten Dompu jemput sejumlah  program yang berkaitan dengan pertanian  di Kementrian Pertanian RI 


Bupati Dompu Kader Jaelani saat berada di Kementrian RI guna menjemput sejumlah program pertanian tersebut  yang melalui DAK 2021 didampingi sejumlah OPD  diantaranya Kepala  Bappeda dan  Litbang Kabupaten Dompu  Muhammad Syahroni  SP, Kepala Dinas PPKAD  Muhammad, ST ,  Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Sahrul Ramadhan, SP. 


Saat berada di Kementan RI, Bupati Dompu Kader Jaelani  melakukan Roadshow termasuk penajaman terhadap Program Pertanian melalui program DAK tahun 2022 mendatang. 


"Maka berbagai upaya dan ikhtiar tersebut diharapkan adanya dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Dompu,"Demikian harapan Sekretaris Distanbun yang akrab disapa ORI Rao ini.



Dari kunjungan di Kantor Kementan RI tersebut, lanjut ORI Rao, Bupati Dompu langsung diterima oleh Dirjen PSPP dan Staf Khusus Menteri serta Konsultan Ifad, Biro Perencanaan Kementan dan Bappenas, Direktur Pembiayaan, Direktur PPHP Holtikultura, Direktur Serelia Ditjen TP, serta Direktur Akabi yang menangani kacang dan umbian termasuk Porang.


Dijelaskan ORI Rao bahwa, Kegiatan yang dilakukan oleh Bupati Dompu di Kementan RI ini bertujuan untuk peningkatan intensitas tanam melalui intensifikasi dan budidaya yang terintegrasi mutlak, dan penguatan komponen pembangunan dari hulu sampai hilir dan berbasis kelembagaan yang kuat, dinamis, sinergitas dengan stakeholder diantaranya BUMN Perbankan melalui KUR yang difokuskan dari Desa untuk Desa.



"Kunci pertanian adalah air, maka diperlukan optimalisasi pemulihan kantong air dan pemanfaatan alsintan dengan identifikasi potensi air untuk dioptimalkan.


Itu semua sebagai rujukan awal untuk berbudidaya yang ramah lingkungan dengan perketat intensitas tanam produksi dan provitas komoditas pertanian melalui program jarapasaka serta menjaga kestabilan dan keamanan produk, terutama produk strategis yang bernilai ekspor termasuk porang, jagung dan kopi bahkan juga mente,"jelas ORI Rao via WhatsApp Media ini.

(Zun)

Komentar

Tampilkan

Terkini