Ajaran Idul Adha Yang Bisa Dipetik Ketauhidan dan jiwa Sosial yang Tinggi - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Monday, August 27, 2018

Ajaran Idul Adha Yang Bisa Dipetik Ketauhidan dan jiwa Sosial yang Tinggi



Malang,  Radar MP - Seiring gema suara Takbir berkumandang bersaut-sautan sebagai tanda masuknya hari raya Idul Adha,  sebagaimana umat muslim yang lain berbondong-bondong untuk berangkat menunaikan ibadah sholat Idul Adha, hal itu juga tampak pada halaman SMP Negeri 2 Turen Kabupaten Malang.

Sebelum matahari terbit dipagi bahagia, yakni hari raya Haji Rabu (22/8) telah berkumpul siswa-siswi mulai kelas 7,8,9 juga semua Dewan Guru dan karyawan dengan satu tujuan yang sama, yaitu melaksanakan ibadah sholat idul Adha secara berjamaah dipimpin oleh seorang Imam dan Khotib dari Kecamatan Bululawang H.Husen .

Lebih jauh, Menurut Drs.Sunardi.M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 2 Turen saat dikonfirmasi awak media (23/8) " Saya berharap agar semua siswa bisa memahami pelajaran dan bisa mengambil hikmah dari Momen pelaksanaan Idhul Qurban tahun ini,  sehingga kedepannya bila mereka sudah dewasa terbiasa mengamalkan ajaran Agama Islam ini dan tahun depan mudah-mudahan bisa meningkat jumlah dari Hewan qurban itu sendiri, agar jangkauan pembagian daging lebih luas dari tahun ini ".

Selain itu, yang tidak kalah penting inti dari Ajaran yang telah diwariskan oleh Nabi Ibrahim.As dan Nabi Ismail.As adalah " supaya kita semua mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia sehingga bisa menjadi rahmatan lil alamin bagi mahluk hidup ".
Yang kedua " agar kita semua bisa mengambil i'tibar dari kecintaan Nabi Ibrahim.As kepada Tuhan Allah.Swt , itu artinya ketauhidan umat muslim harus terus dipupuk dengan berbagai ibadah dan sebagai contoh ibadah Qurban ".

" Adapun tahun ini, kami bisa menyembelih hewan Qurban sebanyak dua ekor Sapi berasal dari siswa dan Guru yang pembagian daging nya ,kami distribusikan sekitar wilayah sekolah seperti Rt 29, 30, 31, 21, 22, 24, 25, dan tidak lupa juga buat anak didik yang berhak menerima yakni siswa Miskin dan Yatim serta Osis juga dewan Guru yang mana per orang dikasih 1 bungkus seberat 3 ons ". Pungkas kepala SMP Negeri 2 Turen. (Ich/team)