Target Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur bakal Terlampaui di Tahun 2018 - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Friday, August 3, 2018

Target Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur bakal Terlampaui di Tahun 2018



Surabaya ,Radar MP - Dalam rangka sertijab Kadrive Perum Perhutani Jawa Timur (3/8) yang bertempat di Aula kantor Jalan Genteng Kali Surabaya.
Acara yang berlangsung mulai pukul 9.15 hingga selesai berjalan lancar dan meriah dengan dihadiri sederetan tamu undangan mulai dari seluruh Adm atau jajaran dibawah Perum Perhutani seJawa Timur dan Muspida Kota Surabaya, serta para mitra Perum Perhutani.

Menurut Ir.H.Sangudi Muhamad selaku Pejabat lama yang akan menduduki posisi baru di kantor Perum Perhutani Pusat Jakarta saat diwawancarai awak media " Saya bersyukur diahir masa tugas disini, Target Perhutani di Jawa Timur hampir terpenuhi  cuma tinggal sedikit dan Insya Allah 5 bulan lagi akan tercapai target tersebut ".

" Karena memang selama ini yang menjadi tolak ukur Perum Perhutani, ya Jawa Tengah . Tapi tahun ini per bulan Juli kita sudah Profit sekitar 421 milyar rupiah dengan Luas lahan di kelola perhutani 2,4 jt ha dan 1,4 jt ha di bagi untuk Jawa Tengah serta Jawa Barat".

Lebih lanjut," dalam memori sertijab saya juga menekankan agar semua bisa lebih berkembang seperti seluruh Industri kayu yang dulu pada waktu saya masuk ke Jatim terjadi Idle kayak Wilayah Saradan dan Ngawi, tapi sekarang semua bisa Surplus dan yang dulu biasanya terbebani Fix Cos, malah sekarang sudah runing" .

" Dan Pabrik minyak kayu putih yang pada waktu kami datang dulu terlihat kotor dan jorok, tidak disiplin serta Rendemen turun, sekarang Rendemen naik dua kali lipat dibanding semula ".

" Kusus pabrik minyak kayu putih yang di Sukun, sekarang menjadi acuan diJawa Timur. Kami juga membuat beberapa pabrik kecil seperti di Madura, diTrak dan diManding. Terus ada juga pabrik yang sedang kami bangun, yakni pabrik di Nganjuk dan di Tuban. Perusahaan tersebut prospek kedepannya sangat bagus buat pengembangan pabrik Minyak Atsiri di Jawa Timur ".

Selain itu," kami juga mempunyai Re- Desain untuk bagaimana agar kawasan tersebut bisa berkembang seperti Kebun Minyak kayu putih supaya Daunnya juga bermanfaat dan kawasan pohon pinus kedepan juga mau dikembangkan agar kapasitasnya bisa menghasilkan 45.000 ton pertahun yang terbagi dalam tiga lokasi, mulai Pegunungan Lawu, Kediri, Bondowoso, Banyuwangi serta Malang dan Pasuruan".

Tiga lokasi yang saya maksud "Sukun di Ponorogo, Rejo winangun Trenggalek dan Karahan di Jember dengan kapasitas tersebut, tapi sekarang untuk pasokan bahan baku baru terpenuhi 30.000 ton pertahun sehingga itu perlu kita kembangkan ".

" Dan tidak kalah penting, bagaimana kita mengawal produktifitas Jati yang sekarang mengalami penurunan akibat penjarahan ditahun 1998 dan sampai saat ini masih belum bisa kita kembalikan seperti semula. Tapi melalui Re-Disain akan bisa mengembalikan produktifitas Jati yang dulu menjadi penghasil jati rata-rata perhektar bisa mencapai 200 meter kubik melalui Jati dan Perhutani, yang mana sudah dipatenkan tiga varietas unggulan dan juga sudah diakui oleh Dunia".

Itu bisa terwujud, kuncinya kebersamaan kita semua dan saat saya memberikan prosentase didepan Staff Presiden " siapapun orang perhutani dan siapapun orang yang pernah berdinas di perhutani mempunyai cita-cita kalau hutan Jawa harus ada sampai kiamat, karena hutan yang dikelola oleh perhutani adalah sebagai penyangga kehidupan dipulau Jawa yang mempunyai tiga Aspek (Pemegang otoritas Oxigen, Penyerapan Racun melalui CO2 dan hutan sebagai pengatur tata Air). Pungkas H.Sangudi Muhamad (iw/dk)