Damkar Siaga : Jago Merah Hanguskan Gudang Dan Penggilingan Plastik Bekas Di Jombang - RADAR MERAH PUTIH

Breaking

Friday, October 19, 2018

Damkar Siaga : Jago Merah Hanguskan Gudang Dan Penggilingan Plastik Bekas Di Jombang


Jombang, radar MP - Gudang sekaligus tempat penggilingan plastik bekas, yang berada di pinggir area persawahan dan tidak jauh dari pemukiman warga, di Dusun Bedog, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (19/10/2018) siang sekitar pukul 13.00 WIB, ludes terbakar.
Belum diketahui penyebab kebakaran gudang penggilingan plastik milik Supendi (44) dan Asrori (43) ini, karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Selain berisi mesin penggilingan, gudang tersebut penuh dengan plastik bekas yang mudah terbakar.
Menurut Suwito Adi, Kepala Dusun (Kasun) setempat yang berada di lokasi kejadian mengatakan, kalau penyebab kebakaran dirinya tidak tahu pasti, tapi disitu ada perbaikan jalan dan ada yang bakar carang namun pagi tadi, dan ada yang bekerja disitu sampai siang dan mengetahui kalau api itu sudah padam.
“Tadi sudah mati api ini sudah mati katanya, namanya Surip, tau-tau mau kerja lagi ada kebakaran. Itu yang tau percis awalnya mungkin Surip sama ibu painah, silahkan tanya ke mereka,” kata Suwito Adi.
Api yang semakin berkobar terus membakar tumpukan plastik dan pohon bambu sehingga menimbulkan asap hitam keudara. Mobil PMK yang datang ke lokasi berusaha memadamkan api yang semakin membesar.
Akibat kebakaran tersebut, warga yang rumahnya dekat dengan lokasi kebakaran menjadi panik, pemilik rumah pun dengan dibantu tetangga mengeluarkan barang-barang berharga miliknya, untuk mengantisipasi api menjalar ke rumah.
“Saya sedang bekerja disini memotong bambu pagi, pas saya kembali habis Jumatan melihat api yang berasal dari plastik sebelah pojok selatan,” terang Sutyo Adi, warga lainnya.
Berkat kesigapan petugas PMK, petugas Kepolisian dan Koramil setempat beserta warga, sekitar pukul 15.30 WIB, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(jang)